Tampilkan postingan dengan label BINTANG NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BINTANG NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 Januari 2012

Profil Lengkap Syamsir Alam

Profil Tim dan Biodata Pemain kali ini akan menyajikan Profil Pemain muda harapan Indonesia yaitu Syamsir Alam. Syamsir Alam adalah pemain sepakbola yang berposisi sebagai Striker. Diusianya yang terbilag masih muda yaitu 19 tahun, Syamsir Alam sudah menunjukkan bakatnya sebagai calon pemain muda harapan Indonesia. Syamsir Alam adalah tipikal Striker pekerja keras, dan Syamsir pun memiliki tubuh yang ideal dengan bertinggi badan 175 cm. Syamsir Alam lahir di Balingka, IV Koto, Agam, Sumatera Barat, Indonesia, 6 Juli 1992. Bagi kamu yang penasaran ingin mengetahui Profil dari Syamsir Alam, Perjalanan Karir, Kehidupan Pribadi, dan Biografi lengkap dari Striker Timnas Indonesia yang saat ini bermain Atletico Penarol. Berikut Profile dan Biography dari Syamsir Alam.


Profil Dan Biodata Lengkap Syamsir Alam



Nama lengkap : Syamsir Alam
Tanggal kelahiran: 6 Juli 1992 (umur 19)
Tempat kelahiran : Balingka, IV Koto, Agam, IV Koto, Agam,
Agam, Sumatera Barat, Indonesia
Tinggi : 1.75 m (5 ft 9 in)
Posisi bermain : Striker

Informasi klub
Klub saat ini: Penarol(Uruguay)
Nomor : 10

Karier junior
Tim
Pelita Jaya
PSJS Jakarta Selatan

Profil Pemain


Syamsir Alam (lahir di Balingka, IV Koto, Agam, Sumatera Barat, Indonesia, 6 Juli 1992; umur 19 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini ia bermain untuk SAD Indonesia. Tim yang saat ini berguru di Uruguay, Amerika Selatan. Syamsir adalah lulusan dari SSB DEPOK (SEKARANG SSB DEPOK JAYA) saat itu pemilik SSB AS IOP yaitu mendiang Ronny Pattinasaranny datang untuk mengunjungi SSB yang di sponsorinya itu (SSB DEPOK), dia terkagum dengan skill SYamsir Allam akhirnya memutuskan untuk membawanya ke SSB AS IOP, SSB yang didirikan oleh mendiang Ronny Pattinasarani. Syamsir pernah mengikuti Piala Dunia U-11 Danone bersama Makassar FC yang mewakili Indonesia. Ia juga sempat mengikuti tes bersama tim junior dari Belanda, Vitesse Arnhem dan Heerenveen tapi sayang gagal. Syamsir adalah type striker pekerja. di kompetisi Liga U-17 Quinta Division 2008 ia menjadi top skor dari tim SAD Indonesia dengan mengemas 15 gol dari 29 laga yang dilakoninya. Syamsir dikenal sangat dekat dengan pelatihnya Cesar Payovich.

Karir

* SSB Depok (sekarang SSB Depok Jaya)
* SSB AS IOP
* SSB Makassar FC/ Timnas U-11 (ajang Piala Dunia U-11/Danone Nations Cup di Paris, Perancis 2003)
* Timnas U-14 (Piala Asia U-14 2004)
* Timnas U-23 2006 (magang) [3]
* Timnas U-19 (Pra Piala Asia U-19 2007 di Vietnam)
* PSJS Jr U-18
* Timnas U-17
* SAD Indonesia
* Timnas U-19 (Kualifikasi Piala Asia U-19 2009)
* Atletico Penarol (Uruguay)

Demikian sekilas mengenai Profil dan Biografi dari Syamsir Alam, pemain muda Timnas Indonesia yang saat ini berlatih di Uruguay bersama Klub Penarol, dan lengkap kami sajikan dengan fotonya.
Print Friendly and PDF

Diego Michiels Biografi Lengkap

Profil Tim dan Biodata Pemain kali ini, masih menyajikan Profil Pemain muda timnas Indonesia yang ikut serta membela Timnas Garuda muda di SEA Games 2011 yaitu Diego Michiels. Diego Michiels, adalah pemain hasil Naturalisasi, Diego merupakan pemain keturunan Indonesia dan Belanda. Diego Michiels berposisi sebagai Wing Bek, memiliki kecepatan, penetrasi, dan umpan-umpan yang bagus adalah kelebihan dari pemain 21 tahun ini. Pandai bertahan dan sering pula membantu penyerangan, adalah nilai plus untuk Diego, jadi tidak salah Pelatih Timnas Indonesia U-23 Rahmad Darmawan memasukan namanya dalam starting eleven Skuad Timnas Garuda di SEA Games 2011. Diego Michiels lahir di Deventer, pada tanggal 8 Agustus 1990. Bagi kamu yang ingin mengetahui Profil Diego Michiels, dan perjalanan karirnya. Berikut Profile dan Biography dari Diego Michiels.


Profil Dan Biodata Lengkap Diego Michiels Pemain Timnas Indonesia U-23


Nama Lengkap : Diego Michiels

Lahir : Deventer, Belanda 8 Agustus 1990

Posisi : Wing Bek

Tinggi : 178 cm

Klub saat ini : Pelita Jaya

Berat Badan : 65 kg

Profil Pemain

Diego Michiels (lahir di Deventer, Belanda, 8 Agustus 1990; umur 21 tahun) adalah bek Go Ahead Eagles yang sedang dipinjamkan ke Pelita Jaya Jawa Barat dan saat ini sudah selesai dalam proses naturalisasi untuk bermain di Tim nasional U-23 Indonesia. Diego meniti karir bola di klub amatir, RDC Deventer, kemudian direkrut Go Ahead Eagles untuk tim junior. Penampilan perdana sebagai starter 11 pada 20 November 2009 lawan MVV.

Perjalanan Karir

Karir klub :

2009/10 Go Ahead Eagles Deventer (Eerstedivisie) 11 main/ 0 gol

2010/11 Go Ahead Eagles Deventer (Eerstedivisie) 5 main/ 0 gol

Demikian sekilas mengenai Profil dari Diego Michiels, yang merupakan pemain Timnas U-23 dan saat ini bermain untuk Klub Pelita Jaya.dan sekarang bermain untuk persija ipl
Print Friendly and PDF

Biodata Lengkap Gunawan Dwi Cahyo

Profil Tim dan Biodata Pemain kali ini, masih menyajikan Profil Pemain muda timnas Indonesia yang ikut serta membela Timnas Garuda muda di SEA Games 2011 yaitu Gunawan Dwi Cahyo. Gunawan Dwi Cahyo, adalah pemain yang berposisi sebagai Pemain Belakang atau Bek. Memiliki postur tubuh yang bagus yaitu 185cm, dan Disiplin dalam menjaga pertahanan membuat dirinya menjadi Benteng yang kokoh dilini belakang Skuad Garuda Muda. Bersama Abdulrahman yang merupakan patnernya dilini belakang, barisan pertahanan anak asuhan Rahmad Darmawan begitu kokoh dan sulit ditembus. Gunawan Dwi Cahyo lahir di Jepara, pada tanggal 20 April 1989. Ingin mengetahui Profil Gunawan Dwi Cahyo, dan perjalanan karirnya. Berikut kami berikan Profile dan Biography dari Gunawan Dwi Cahyo.


Profil Dan Biodata Lengkap Gunawan Dwi Cahyo Pemain Timnas Indonesia U-23


Nama Lengkap : Gunawan Dwi Cahyo
Tempat Lahir : Jepara
Tanggal Lahir : 20-04-1989
Kebangsaan : Indonesia
Posisi : Bek
Bermain di Klub : Persik,persijap
Profil Pemain


Gunawan terpaksa meninggalkan klub yang membesarkannya, Persik Kediri. Tak lain karena Macan Putih terdegradasi ke Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2010/2011.Tapi bakat Gunawan lantas tercium Sriwijaya FC, klub kaya yang gemar membeli pemain. Pelatih anyar Sriwijaya, Ivan Venkov Kolev, pun coba menyelamatkan karir Gunawan dengan merekrutnya.
Dengan tinggi 185 cm, diharapkan Gunawan dapat memperkokoh benteng Timnas untuk menghadapi Turkmenistan dan lawan-lawan selanjutnya.

Demikian sedikit informasi mengenai Profil Gunawan Dwi Cahyo, yang merupakan Bek Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2011
Print Friendly and PDF

Patrick Wanggai Profil Lengkap

Profil Tim dan Biodata Pemain kali ini, masih menyajikan Profil Pemain muda timnas Indonesia yang ikut membela Timnas Garuda di SEA Games yaitu Patrick Wanggai. Patrick Wanggai adalah pemain muda Indonesia yang berposisi sebagai Penyerang, dan sampai saat ini Wanggai masih menjadi Top Skor Timnas Indonesia di SEA Games dengan mengoleksi 4 gol. Cepat, Lincah, dan Haus gol itulah yang bisa digambarkan mengenai Pemain asal Papua ini, dan hal itulah yang membuat pelatih Timnas U-23, Rahmat Darmawan memasukan namanya dalam Skuad Timnas Indonesia yang berlaga di SEA Games. Pemain yang memiliki nama lengkap Patrich Steve Wanggai ini, lahir di Nabire pada tanggal 27 Juni 1988. Bagi kamu yang penasaran ingin mengetahui Profil Patrick Wanggai, Biografi, dan Perjalanan Karir dari pemain muda harapan bangsa ini. Berikut kami sajikan Profile dan Biography dari Patrich Wanggai.


Profil Dan Biodata Lengkap Patrick Wanggai


Nama lengkap: Patrich Steve Wanggai
Nama panggilan: Pai
Tempat/Tanggal lahir: Nabire, 27 Juni 1988
Tinggi Badan: 174 Cm
Posisi: Striker
Klub: Persidafon

Perjalanan Karir

Karier:PS Hasrat Abadi Nabire, Sumber Mas FC Nabire, PS Unipa, Persewon Wondama, PON Papua Barat, Perseman Manokwari, Persidafon.

Demikian sedikit informasi mengenai Profil Patrich Wanggai, pemain muda Indonesia yang ikut membela Timnas Indonesia di SEA Games 2011
Print Friendly and PDF

Andik Vermansyah Biodata Lengkap

Profil Tim dan Biodata Pemain kali ini, masih menyajikan Profil Pemain muda timnas Indonesia yang ikut membela Timnas Garuda di SEA Games 2011, yaitu Andik Vermansyah. Bagi masyarakat Surabaya khususnya Bonek Mania pasti sudah tahu nama Andik Vermansyah, yang merupakan pemain muda kebanggaan Klub Persebaya tersebut. Andik Vermansyah adalah pemain yang berposisi sebagai Gelandang, meski tubuhnya terbilang kecil namun ia memiliki kecepatan, dan Skill diatas rata-rata, yang membuat dirinya selalu menjadi momok menakutkan bagi bek lawan. Pelatih Timnas Indonesia U-23 Rahmat Darmawan memasukan namanya dalam Skuad Merah Putih di SEA Games 2011, karena penampilan konsistennya bersama Klub Surabaya 45. Andik Vermansyah lahir di Jember, tanggal 23 November 1991. Bagi kamu yang penasaran ingin mengetahui Profil Andik Vermansyah, Biografi, dan Perjalanan Karir dari pemain yang bertinggi badan 162cm ini. Berikut Profile dan Biography dari Andik Vermansayah.


Profil Dan Biodata Lengkap Andik Vermansyah

Nama Lengkap : Andik Vermansyah
Tempat Lahir : Jember
Tanggal Lahir : 23-11-1991
Kebangsaan : Indonesia
Posisi : Gelandang
Bermain di Klub : Persebaya

Prestasi :

- 2008 Perunggu POM ASEAN (Timnas Mahasiswa)
- 2008 Emas PON XVII Kaltim (Jatim)
- 2007 Emas Porprov I (Kota Surabaya)
- 2007 Juara Liga Remaja Regional Jatim (Persebaya U-18

Demikian sekilas mengenai Biodata dari Andik Vermansyah, pemain Surabaya 45 yang ikut membela Timnas Indonesia U-23, di SEA Games 2011.
Print Friendly and PDF

Biodata Lengkap Titus Bonai

Profil Tim dan Biodata Pemain kali ini akan menyajikan Profil Pemain muda Timnas Indonesia asal Papua yaitu Titus Bonai (Tibo). Titus Bonai atau yang lebih akrab disapa "Tibo" ini, adalah pemain yang berposisi sebagai peneyerang. Diumurnya yang masih muda, pemuda Papua ini menunjukan kelasnya sebagai Calon pemain bintang masa depan Timnas Indonesia. Memiliki kecepatan, Insting mencetak gol yang bagus, dan Skill individu diatas rata-rata, membuat Pelatih Timnas Indonesia U23 Rahmat Darmawan menunjuk Titus Bonai, untuk masuk Skuad Timnas Garuda untuk berlaga di SEA Games 2011. Pemain yang memiliki nama lengkap Titus Jhon Londouw Bonai ini, lahir di Jayapura Papua tanggal 4 Maret 1989. Bagi kamu yang ingin mengetahui Profil Titus Bonai, Biografi, dan Perjalan Karir penyerang 22 tahun asal Papua ini. Langsung saja kita simak Profil dari Titus Bonai.


Profil Dan Biodata Lengkap Titus Bonai "Tibo"

Nama Lengkap : Titus Jhon Londouw Bonai
Tempat Lahir : Jayapura Papua
Tanggal Lahir : 4 Maret 1989
Kebangsaan : Indonesia
Posisi : Striker
Bermain di Klub : Persipura

Profil Pemain


Titus Bonai atau lebih akrabnya dipanggil dengan sebutan Tibo adalah striker muda masa depan Indonesia. Bonai disebut-sebut sebagai titisan Boaz Salossa yang juga berasal dari tanah Papua. Tibo yang mengidolakan Barcelona ini menyukai peran sebagai penyerang lubang, hal ini sesuai dengan skill dan daya jelajah tinggi yang dimilikinya.

Tibo mengawali kariernya bersama Persipura Jayapura U-21 pada tahun 2008. Berkat penampilan ciamiknya, Tibo muda dipanggil memperkuat tim PON Papua.

Di level klub Tibo sempat memperkuat Bontang FC dan Persiram Raja Ampat, sebelum akhirnya ditarik kembali bermain untuk Persipura Jayapura. Bersama Persiram Raja Ampat, Titus sempat menjadi pencetak gol terbanyak dalam kompetisi Divisi Utama.

Perjalanan Karir


Djarum ISL 2010 - Persipura
Playoff ISL 2009 - Persiram
Piala Indonesia 2010 - Persiram
Liga Joss Indonesia 2009 - Persiram
U-21 ISL 2008 - Persipura U-21
Djarum ISL 2008 - Bontang FC
2008-2009 - PKT Bontang
2008 - Persipura U-21
Persipura U-23

Demikian sekilas mengenai Profil dari Titus Bonai, pemain muda asal Papua yang ikut membela Timnas Indonesia U-23 yang berlaga di SEA Games 2011
Print Friendly and PDF

Profil Dan Biodata Oktovianus Maniani

Profil Tim Dan Biodata Pemain memberikan Profil Tim Dan Biodata Pemain Bola Idola Kamu. Oktovianus Maniani atau yang akrab disapa Okto adalah salah satu pemain bertalenta emas yang dimiliki Timnas Indonesia saat ini. Pemain yang berposisi sebagai sayap ini adalah pemain yang lincah dan memiliki kecepatan atau speed diatas rata-rata. Nama Okto kian melejit ketika membela Tim Nasional Indonesia di Piala AFF 2010 lalu, Okto terkenal memiliki kelincahan dalam mengolah bola hingga bek lawan susah untuk menjaganya, walaupun pemain yang kini membela Sriwijaya FC ini tidak memiliki postur tubuh yang ideal sebagai pemain bola. Anda mungkin belumu mengetahui Profil atau Biodata dari Okto Maniani, kami akan memberikan Profil Pemain dan Biodata lengkap dari pemain asal Papua ini. Berikut Profile dan Biografi lengkap dari Oktovianus Maniani.



Profil Dan Biodata Lengkap Oktovianus Maniani


Agaknya tidak terlalu berlebihan kalau Okto Maniani bisa disebut bintang baru sebab baru lima kali membela tim Nasional tetapi sudah mampu mencetak goal. Bahkan umpannya dari pojok kiri berhasil disambar Irfan Bachdim melengkapi gol ke-lima kemenangan Indonesia atas negeri jiran Malaysia.

Peran lelaki kelahiran 25 Oktober 1990 ini tak berhenti sampai di situ saja, di laga melawan Laos dia mampu menambah gol ke-enam Indonesia dengan aksi individunya yang nyaris sempurna. Tak heran kalau banyak pemerhati sepakbola menyebutnya sebagai The Rising Star.

"Saya menilai skill individunya semakin berkembang saat merumput di luar klub-klub Papua," ujar Johanes Songgonao pelatih kepala Akademi Sepakbola Emsyk Dikatakan bermain di klub-klub luar Papua membuat Okto harus berusaha mengeluarkan semua kelebihan skill individunya agar bisa tampil pada setiap laga.

"Kepercayaan yang diberikan pelatih akan dipertanggungjawabkan dalam setiap pertandingan," tutur mantan pemain Pupuk Kaltim ini.

Tak heran lanjut Songgonao pelatih akan memasukannya dalam tim inti pada setiap laga.

"Jika dia masih bermain di Persipura atau di Persidafon pasti tidak berkembang dan kemungkinan jadi cadangan mati," papar Songgonao.

Dia mampu melejit meninggalkan sesama rekan-rekannya alumni PON 2008 seperti Titus Bonay, Alan Aronggear, David Lali dan Frendy Mofu.

"Alan dan David dalam skuad Persipura jarang dipasang karena harus bersaing dengan pemain-pemain lainnya terkecuali Titus Bonay yang sering berperan sebagai pemain pengganti bersama Lukas Mandowen," tegas Songgonao.

Bahkan mantan pelatihnya di Persipura U-18 Ferdinando Fairyo membenarkan pendapat pelatih Songgonao.

"Kemampuan Okto Maniani bisa melejit karena pada berusia 15 tahun saja bergabung dalam Persipura U18 dan Persipura U21 walau sebagai starter," tutur Fairyo.

Bahkan sewaktu usia 14 tahun lanjut Ferdinando Fairyo, dia sudah ikut membela timnas.

"Jadi kalau dia bisa seperti sekarang ini, sudah sesuai dengan rencana yang signifikan dan terproses," papar Fairyo.

Ditambahkan saat dia memperkuat PON Papua 2008 usianya baru 18 tahun. Walau diakui saat itu sulit sekali pemain muda Persipura U-21 masuk ke skuad Persipura hingga beberapa pemain berbakat harus hijrah keluar termasuk Okto dan juga Titus Bonay.

Berbeda dengan sekarang ini lanjut mantan asisten pelatih PON Palembang itu, pihak menejemen Persipura sudah mulai membuka ruang bagi pemain-pemain muda.

Apa yang diungkapkan kedua pelatih mungkin ada benarnya sebab sebelumnya Okto Maniani sempat memperkuat Persidafon saat masih dibesut Fredy Mulli. Belakangan dia mangkir dari latihan hingga akhirnya dipecat. Beruntung dia bisa bermain memperkuat Persitara Jakarta Utara di Superliga.

Sayangnya si Pitung Persitara terdegradasi dan Okto berniat kembali membela skuad kebanggaannya Persipura namun tak ada jawaban pasti. Pihak manajemen hanya menyarankan dia keluar mencari pengalaman di klub-klub luar Papua dan Ivan Kolev melihat kemampuan skill individu pemain mungil ini dan terpilih masuk dalam skuad inti Sriwijaya FC, padahal dia sempat ikut seleksi di Arema Malang dan berpeluang merumput di Kanjuruhan Malang.

Bersinar bersama Sriwijaya FC membuat pelatih tim nasional Alfred Riedl kepincut dan menariknya dalam skuad Merah Putih. Perjalanannya bersama kesebelasan nasional masih panjang dan tinggal bagaimana dia menjaga kondisi tetap prima agar tetap eksis di sepakbola nasional.

Walau demikian pemain ini pernah hampir didepak gara-gara tidak disiplin. Semua modal sudah dimiliki tinggal bagaimana dia mampu menjaga kemampuan dengan latihan dan disiplin tinggi.
dan sekarang bermain untu persiram

Demikian profil dan biodata lengkap dari Pemain Timnas Indonesia asal Papua yang kini membela Sriwijaya FC yaitu Okto Maniani.
Print Friendly and PDF

Profil Dan Biodata Muhammad Ridwan

Muhammad Ridwan atau yang biasa dipanggil M Ridwan merupakan salah satu pemain yang dibawa Alfred Riedl untuk membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2010. Pemain yang berposisi sebagai sayap kanan ini memiliki kecepatan dan skill yang bagus, sehingga dirinya selalu dipercaya untuk mengisi posisi sayap kanan oleh Riedl. Pemain kelahiran Semarang, 8 Juli 1980 silam turut menyumbang pundi-pundi gol Timnas Indonesia di Piala AFF. Muhammad Ridwan memulai karirnya di dunia sepakbola tahun 1999 di klub PSIS Semarang, dan kini Ridwan membela klub asal Palembang yaitu Sriwijaya FC. Mungkin anda belum mengetahui Profil Pemain dan biodata dari M Ridwan, kami akan memberikan Profil dan Biodata lengkap dari pemain sayap Timnas Indonesia ini. Berikut Profile dan Biografi lengkap dari Muhammad Ridwan




Profil Dan Biodata Lengkap Muhammad Ridwan

Muhammad Ridwan (lahir di Semarang, 8 Juli 1980; umur 30 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Ia dapat bermain dalam posisi bek maupun gelandang.Klub nya saat ini adalah Sriwijaya FC pada musim kompetisi 2010/2011.

Informasi pribadi :
Tanggal lahir 8 Juli 1980 (umur 30)
Tempat lahir Semarang, Indonesia
Posisi bermain Bek, Gelandang

Informasi Klub :
Klub saat ini Sriwijaya FC

Karier junior :
PSIS Semarang

Karier Senior :
1999-2002 PSIS Semarang
2002-2003 Pelita Jaya Purwakarta
2003-2004 Persegi Gianyar
2004-2008 PSIS Semarang
2008-2010 Pelita Jaya Purwakarta
2010- Sriwijaya FC

Tim Nasional :
1 Penampilan dan gol di klub senior
hanya dihitung dari liga domestik.
2 Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 30 Desember 2010.

Demikian profil dan biodata lengkap dari pemain sayap Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 asal Semarang yaitu Muhammad Ridwan.
Print Friendly and PDF

Profil Dan Biodata Irfan Bachdim

Irfan Haarys Bachdim atau yang biasa disapa Irfan Bachdim adalah pemain sepakbola Timnas Indonesia yang merupakan pemain hasil naturalalisasi. Pemain kelahiran Amsterdam ini resmi menjadi WNI Bulan November Lalu. Meski Irfan Bachdim baru menjadi WNI, tetapi namanya kian dikenal oleh rakyat Indonesia ketika Membela Tim Nasional Indonesia Di Piala AFF 2010. Nama Irfan Bachdim kian mencuat tertutama dikalangan kaum hawa atau cewek-cewek, karena selain pintar mengolah bola, Bacdim juga memiliki wajah tampan yang kebulean maklum lah kan Blesteran. Anda mungkin belum tau Profil atau biodata lengkap dari Irfan Bachdim, kami akan memberikan Profil dan Biodata lengkap dari Irfan Haarys Bachdim, berikut profil dan biodata lengkapnya.

Profil Dan Biodata Lengkap Irfan Haarys Bachdim




Irfan Bachdim (lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988; umur 22 tahun) merupakan pemain sepak bola Indonesia keturunan Belanda, ia adalah pemain hasil naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI bersama dengan Christian Gonzalez agar dapat memperkuat timnas Indonesia. Saat ini ia memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia direkrut Pelatih Persema Timo Scheunemann bersama Kim Jefri Kurniawan. Pelatih Persema Malang itu tertarik ketika Irfan dan pemain muda berbakat Indonesia lainnya bermain di laga amal untuk tokoh sepakbola Lucky Acub Zaenal di Stadion Gajayana, Malang. Irfan sempat hampir membela tim sepak bola U-23 Indonesia di Asian Games 2006 – Qatar. Sayang, dia harus absen dari turnamen tersebut karena menderita cedera. Pada Bulan Juli 2009 dia ditransfer tanpa biaya ke klub HFC Haarlem.

Dalam bermain ia bisa menempati berbagai posisi, ia dapat menempati posisi striker, gelandang maupun sayap. Irfan mengikuti jejak ayahnya, Noval Bachdim yang sebagai pemain Persema Malang di era 80-an. Keluarga besar dari ayahnya kini masih tinggal di Lawang, Kabupaten Malang. Irfan saat ini tergabung dalam timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Debut pertama bersama timnas Indonesia ia awali ketika timnas menang 6-0 di laga persahabatan melawan Timor Leste, di Palembang pada 21 November 2010.

Penampilan pertamanya bersama Timnas dalam turnamen resmi terjadi pada 1 Desember 2010, saat Indonesia mengalahkan Malaysia 5-1 di Gelora Bung Karno pada ajang AFF 2010. Irfan sendiri mencetak 1 gol dalam pertandingan tersebut.

Informasi pribadi :
Nama lengkap Irfan Haarys Bachdim
Tanggal lahir 11 Agustus 1988 (umur 22)
Tempat lahir Amsterdam, Belanda
Tinggi 1.72 m (5 ft 8 in)
Posisi bermain Gelandang, Striker
Informasi klub
Klub saat ini Persema Malang
Nomor 10

NB:

Saat ini Irfan Bachdim menjadi trend baru bagi para pengguna twitter di Indonesia. Dalam akun twitternya yaitu IrfanBachdim10, jumlah followers Irfan Bachdim langsung melejit menjadi lebih dari 80.000 setelah debut keduanya melawan Laos. Woow!!!!

Demikian profil dan biodata lengkap dari Irfan Bachdim pemain sepakbola Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 yang merupakan pemain hasil naturalisas
Print Friendly and PDF

Profil Dan Biodata Firman Utina

Profil Tim Dan Biodata Pemain memberikan Profil Tim Dan Biodata Pemain Bola Idola Kamu. Firman Utina adalah kapten Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 lalu dibawah asuhan Alfred Riedl, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini merupakan roh permainan atau pengatur serangan Timnas Indonesia. Firman Utina merupakan tandem sehati dari Ahmad Bustomi di sentral lapangan tengah Tim Nasional Indonesia. Firman selalu mendapatkan tempat di Timnas, karena permainannya yang konsisten dan disiplin, cerdik dan umpan atau operan-operannya yang akurat adalah kelebihan dari pesepakbola yang lahir di Komo Luar, Manado 15 Desember 1981 silam. Prestasi Firman yang paling membanggakan ketika meraih penghargaan pemain terbaik pada Piala AFF 2010 lalu. Anda mungkin belum mengetahui Profil Pemain atau Biodata dari Firman Untina, kami akan memberikan Profil dan Biodata lengkap dari kapten Timnas Indonesia ini. Berikut Profile dan Biografi Firman Utina.




Profil Dan Biodata Lengkap Firman Utina


Nama : Firman Utina
Tempat / Tanggal lahir : Komo Luar, Manado / 15 Desember 1981
Status : Menikah
Istri : Marita Yustika
Anak :

* Raihan Putra Utina,

* Salsabila Putri Utina

Karir:

Klub
Indonesia Muda Manado (1993-94)
Bina Taruna Manado (1995-98)

Persma Junior (1998-99)

Persita Tangerang (2000-04)

Arema Malang (2005-06)

Persita Tangerang (2007-2008)

Pelita Jaya (2008-2009)

Persija Jakarta (2009-2010)

Sriwijaya FC (2010-sekarang)



Timnas

Piala Pelajar Asia U-19 (2000)

SEA Games (2001, 2003)

Pra-Piala Asia (2001, 2004)

Pra-Olimpiade (2003)

Piala Tiger (2004).

Piala Asia (2007)

Piala AFF (2010)

Firman Utina dilahirkan di kampung Komo Luar, Manado 28 tahun silam. Ia adalah kapten baru timnas Indonesia setelah Bambang Pamungkas sering dibangku cadangkan oleh pelatih Alfred Riedl.

Firman Utina memulai karir sepakbolanya di klub Sepakbola Indonesia Muda yang berada di daerah asalnya Manado. Selama beberapa tahun ia ditempa di sekolah sepakbola itu, ia kemudian hijrah ke klub amatir Bina Taruna, setelah usianya melewati batas yang dibolehkan di sekolah sepakbola. Keuletannya untuk terus rajin berlatih membuat dia mampu terus memperbaiki penampilannya. Hanya tiga tahun bersama klub amatir tersebut, ia direkrut Persma Junior, salah satu tim semi-profesional yang ada di daerahnya saat itu.

Proses masuk ke Persma Junior terbilang unik. Hal itu karena ia tidak melalui mekanisme seleksi layaknya pemain lain. Sebab ia direkrut setelah mampu mencetak 12 gol dalam satu pertandingan pada turnamen klub lokal di Manado. Torehan gol yang mencengangkan itu sampai ke kuping pelatih Persma Manado saat itu, Benny Dollo. Penasaran dengan sukses salah satu striker lokal yang mampu mencetak gol selusin dalam satu laga, pelatih yang akrab di sapa Bendol tersebut langsung memerintahkan anggotanya menjemput Firman, dan mengajaknya masuk Persma. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Tak ragu, ia langsung menerima pinangan untuk bergabung ke Persma.

Terus ditempa dibawah pelatih Benny Dollo, ia pun menunjukan progres meningkat. Hal tersebut membuat pelatih berjulukan Bendol tersebut tidak ragu mengikutkannya di mana pun ia menjadi arsitek tim, sehingga membuat banyak orang menyebut Firman adalah “anak emas” pelatih timnas Indonesia itu. Meskipun Firman tidak merasa demikian, namun hal ini sepertinya ada benarnya. Bahkan ketika Benny Dollo melatih timnas Indonesia, Firman selalu dipanggil menjadi pemain inti. Namun untungnya hal tersebut tidak membuat pemain bertinggi badan 165 cm ini besar kepala. Firman hanya mengakui ada simbiosis tersendiri yang saling melengkapi antara dirinya dan Bendol.

Tekadnya untuk terus menekuni karir bermain sepakbola rupanya tidak perlu diragukan. Itu bisa dilihat dengan keputusannya meninggalkan status pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Tangerang saat merumput bersama Pendekar Cisadane, dan memutuskan hengkang ke Arema Malang, mengikuti jejak pelatih Benny Dollo.

Pilihannya meninggalkan Persita Tangerang dan merapat ke Arema Malang serta menanggalkan status PNS rupanya tidak sia-sia. Sebab di klub kebanggaan Aremania itu ia merasakan manisnya mencicipi gelar juara, meski itu hanya turnamen Copa Indonesia (tahun 2005 dan 2006). Tidak hanya juara tentunya, ia pun mampu menyabet gelar pemain terbaik di ajang tersebut. Satu penghargaan yang membuat motivasinya untuk terus memperbaiki penampilan. Meski beberapa kali di dera cedera dan mengharuskannya untuk istirahat dari lapangan hijau, penampilannya masih tetap stabil. Tahun 2007 menjadi tahun keemasan Firman. Ia terpilih menjadi pemain terbaik Indonesia pada laga melawan Bahrain di ajang Piala Asia 2007.

Setelah pelatih Beny Dollo memutuskan untuk mundur dari kursi pelatih Persita Tangerang, ia pun diprediksi bakal meninggalkan klub tersebut dan kembali mengikut jejak pelatih yang telah menjadikannya sebagai pemain terkenal itu. Akhirnya karena Bendol direkrut timnas, ia pun banting setir dan merapat ke Pelita Jaya, menolak tawaran sejumlah tim papan yang atas mengincarnya.

Meski pernah mengecewakan manajemen Persita Tangerang, tapi dia tetap diterima ketika kembali merapat ke tim tersebut pada awal musim kompetisi 2007 silam. Padahal pada musim 2004, pemain yang memulai debutnya di tim “Merah Putih” sejak 2000 bersama timnas pelajar, pernah memilih menanggalkan statusnya sebagai PNS dan meninggalkan Pendekar Cisadane. Namun hanya semusim Firman kembali merumput bersama Persita, pada tahun 2008, Firman bergabung dengan klub Pelita Jaya yang telah lama dihubungkan dengannya. Namun di klub tersebut, Firman kurang beruntung. Ia kerap menghuni bangku cadangan karena kalah bersaing dengan playmaker asing Esteban Viscara.

Akhirnya di akhir tahun 2009, Pelita Jaya melepasnya ke Persija Jakarta, yang ketika itu diarsiteki oleh pelatih Benny Dollo. Keduanya pun bereuni kembali. Namun ternyata klub sebesar Persija pun tak menjadi labuhan terakhir Firman. Hanya satu musim dirinya merumput dengan kostum oranye-hitam. Pada musim 2010, Firman bergabung dengan klub elit lainnya dari Sumatera, Sriwijaya FC.

Kini Firman menjadi tumpuan baik di tingkat klub maupun nasional. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini terkenal memiliki mobilitas tinggi, daya jelajah luas, kecepatan dan tendangan yang akurat. Pada saat melawan Laos di ajang piala AFF 2010, Firman menunjukkan ketajamannnya dengan menceploskan 2 gol ke gawang Laos.

Firman pun menjabat sebagai kapten setelah rekannya, Bambang Pamungkas, sering dibangkucadangkan. Namun Firman tetap merendah. Dirinya berkata hanya menjabat kapten sementara. kapten sesungguhnya masih tetap Bambang Pamungkas.

Firman Utina berencana menggeluti dunia sepakbola hingga akhir hayatnya. Suami dari Marita Yustika ini mengaku ingin berkarir sebagai pelatih bila sudah pensiun kelak. Saat ini ia hanya ingin fokus bermain, dan tidak memiliki kegiatan sampingan sedikitpun. Dedikasi dan determinasi Firman berbuah manis. Kini namanya akan semakin harum di kancah sepakbola Indonesia, terlebih bila berhasil membawa Merah-Putih menjuarai turnamen piala AFF tahun ini. Bisa dipastikan dirinya akan sejajar dengan para legenda sepakbola Indonesia.

Demikian profil dan biodata lengkap dari kapten Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 yaitu Firman Utina.
Print Friendly and PDF

Profil Dan Biodata Cristian Gonzales

Christian Gerard Alfaro Gonzales atau yang biasa disapa Cristian Gonzales adalah salah satu hasil pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Penampilan gemilangnya bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 menjadikan Pemain yang mempunyai julukan El Loco ini pemain sepakbola kebanggaan rakyat Indonesia. Gonzales yang merupakan seorang Mualaf, berperan penting dalam penampilan apik Tim Nasional Indonesia di Piala AFF, dan gol cantik yang di cetak Cristian Gonzales saat menghadapi Filipina akan terus membekas diingatan rakyat Indonesia. Anda mungkin belum tahu mengenai Profil Pemain atau Biodata dari Cristian Gonzales, kami akan memberikan Profil dan Biodata lengkap dari El Loco Gonzales, berikut profil dan biodata lengkapnya.

Profil Dan Biodata Lengkap Cristian Gonzales



Muallaf Christian Gonzales
Christian Gonzales, pemain cemerlang bertabur bintang dengan gelar peraih top skor 4 tahun berturut-turut merupakan sosok yang tak asing lagi di dunia persepakbolaan tanah air Indonesia. Namun siapa menyangka, dibalik kesuksesan Gonzales terdapat suatu kekuatan yang menyemangati hidupnya, terlebih setelah ia menjadi Muallaf, kekuatan itu tidak lain adalah kekuatan doa.

Gonzales atau yang memiliki nama lengkap Christian Gerard Alfaro Gonzales dilahirkan di Monteveido, Uruguay pada tanggal 30 Agustus 1976 dari seorang ayah angkatan militer bernama Eduardo Alfaro dan ibu seorang suster di rumah sakit Montevideo bernama Meriam Gonzales.

Kedua pasangan ini, khususnya sang ibu adalah penganut agama Katolik yang taat. Gambar Bunda Maria selalu menempel di setiap sudut ruangan rumah dan tempat kerjanya. Bahkan saking fanatiknya, gambar Bunda Maria kerap dibawa kemana-mana oleh ibunya.

Ketaatan dari sang ibu nampaknya berpengaruh pada diri Gonzales, anak ketiga dari enam saudara ini kerap pergi ke Gereja dua sampai tiga kali dalam seminggu, oleh karena itu tidak heran jika Gonzales dikenal sebagai anak yang taat dalam beragama.

Perkenalannya dengan dunia sepak bola, dimulai ketika Gonzales berusia 6 tahun. Semula ayahnya berharap Gonzales dapat meneruskan jejaknya menjadi seorang militer, namun karena kegilaannya terhadap dunia sepak bola, harapan itu tak terpenuhi.

Menginjak usia ke 18 tahun, pria yang menyukai warna hitam ini bertemu dengan seorang wanita beragama Islam asal Indonesia, Eva Nurida Siregar di Cile, Amerika latin pada tahun 1994. Saat itu Eva menekuni salsa di sekolah Vinadelmar. Lama berkenalan akhirnya Gonzales menyimpan hati pada Eva. Dan tak lama kemudian Cintanya berbalas.

Sebagai penganut Katolik, lelaki yang dikenal pendiam ini sama sekali tidak mengenal agama Islam yang dianut pujaan hatinya, begitu pun dengan sang ibu. “Sebelum ketemu istri, saya sama sekali tidak tahu Islam” ungkap pria penggemar Rivaldo. Maka peran Eva pun menjadi berat, ia berulang kali menjelaskan tentang ajaran Islam yang dianutnya.

Usaha wanita kelahiran Pekanbaru ini akhirnya berhasil. Eva Nurida Siregar yang beragama Islam dan Christian Gerard Alfaro Gonzales yang beragama Katolik menikah dan hidup bersama di Uruguay pada tahun 1995.

Karir pria yang memiliki tinggi badan 177 Cm ini di dalam persepak bolaan terus berkembang, mulai dari Klub Penarol Uruguay (1988-1991), South Amerika (1994-1995), Huracan de Carientes Argentina (1997) dan Deportivo Maldonado (2000-2002) pernah dijajaikinya.
Perkembangan karir ini sebetulnya tidak lepas dari peran Eva. Setiap kali pemain sepak bola yang dijuluku elloco (si gila) ini mau berangkat bertanding, wanita yang biasa dipanggil Amor oleh Gonzales ini selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT. Dalam berdoa terkadang Eva sengaja mengeraskan suara dengan harapan Gonzales dapat mendengarnya.

Kebiasaan inilah yang membuat Gonzales mulai tertarik dengan ajaran Islam. Ia sendiri tidak akan beranjak pergi sebelum kekasihnya selesai berdoa. Karena dari doa inilah Gonzales menemukan kedamaian dan ketenangan yang selama ini tidak didapatkan dari agama yang dianut sebelumnya. Doa ini pula yang membuat dirinya semakin bersemangat dan optimis setiap kali bertanding di lapangan hijau.

Tidak hanya itu, Gonzales terkadang memperhatikan kebiasaan Eva yang selalu mengucapkan bismilah ketika mau melakukan sesuatu atau mengucapkan istighfar ketika dihadapkan pada konflik, serta ucapan lainnya yang menjadi doa umat Islam.

Pada tahun 2002 pria yang menyukai aktor Tom Cruise ini menerima sebuah tawaran dari agen sepak bola untuk bermain di Indonesia. Ia pun tertarik dan akhirnya menerima tawaran tersebut dengan merumput di Indonesia bersama PSM Makassar pada tahun 2003.

Indonesia merupakan negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, selama ini Gonzales hanya mengenal Islam melalui istrinya dan ini dirasa tidak cukup. Sekarang pemain yang doyan sup ayam ini bisa langsung menemukan Islam dari para penganutnya.

“Saya tidak pernah memaksa Gonzales masuk Islam”. Ungkap Eva “Kadang-kadang setelah saya baca buku tentang ajaran Islam, saya simpan buku itu di meja dan Christian diam-diam membacanya, maka dia kemudian tau bagaimana sikap suami terhadap istrinya dalam Islam dan bagaimana sikap istri terhadap suaminya” Lanjutnya mengenang saat pertama kali tinggal di Indonesia bersama Gonzales.

Maka tepat pada tanggal 9 Oktober 2003 Christian Gonzales memutuskan untuk masuk Islam atas dasar kemauan sendiri dengan disaksikan oleh ustadz Mustafa di Mesjid Agung al Akbar Surabaya. Christian Gerard Alfaro Gonzales kemudian diberi nama Mustafa Habibi. Nama Mustafa diambil dari guru spiritualnya, ustadz Mustafa sedangkan Habibi (cintaku) diambil karena rasa cinta sang istri amat besar kepada Christian Gonzales.

Islam memiliki kesan tersendiri bagi Gonzales “Karena di dalam Islam setiap ada sesuatu ada ucapan doanya seperti ketika masuk rumah mengucapkan assalamualaikum, ketika mau melakukan sesuatu diawali dengan basmalah, dan setiap melangkah dalam Islam selalu aja ada bacaan. Dan ini menjadi hati saya merasa tenang” Ungkap Eva mengutip ucapan Gonzales.

keislaman pria penggemar Manchester United ini kemudian dilegalkan di Kediri dengan Piagam muallaf dari Urusan agama setempat sekaligus melegalkan pernikahan antara Christian Gonzales dengan Eva Siregar.

Sang ibu, Meriam Gonzales saat dikabarkan keislaman anaknya, menerima dengan ikhlas agama yang dipilih anak tercintanya, ia hanya berharap anaknya meraih kesuksesan di masa depan. Namun untuk menjalin hubungan keluarga, Gonzales dan Eva setiap hari tidak ketinggalan menghubungi ibunya, hanya sekedar menanyakan kabar dari negara nun jauh di sana.

Seakan menemukan air di gurun sahara, begitulah kondisi pemain yang mencetak 33 gol untuk PSM Makassar saat itu. Dengan bimbingan Ustadz Mustafa, Gonzales mulai mengenal Islam lebih dalam. Selain itu Hj Fatimah, ulama terkenal asal Mojosari dan Hj. Nurhasanah turut menjadi guru spiritual Gonzales. Bahkan Majlis Ulama Gresik sendiri sampai mengangkat Gonzales beserta keluarganya sebagai anak angkat mereka.

Hj. Nurhasanah biasa dipanggil Bunda, selalu menyemangati Gonzales dengan nasehat untuk selalu berdoa. “Kamu harus kuat-kuat doa” kenang Eva menirukan ucapan Hj. Nurhasanah. Begitu pun Hj Fatimah, ustadzah yang membangun mesjid dengan nama Gonzali ini baik via telephone atau tatap muka selalu menyemangati Gonzales dengan doa sambil menangis.

Selama di Kediri, ayah empat anak ini bermain membela Persik Kediri dan tinggal di perumahan Taman Persada. Rumah ini menjadi awal kehidupan baru bagi Mustafa Habibi. Islam telah banyak merubah dirinya. Setiap tengah malam ia terbiasa membangunkan istrinya untuk shalat tahajud atau sekedar berdoa.

Setiap kali pertandingan akan digelar keesokan harinya, Eva sang istri selalu mengadakan pengajian yang dihadiri oleh ibu-ibu sekitar rumahnya dan diakhiri dengan pembacaan doa. Sementara pengajian berlangsung, Gonzales selalu memperhatikan pengajian dan duduk disamping Eva atau terkadang ia duduk di belakang ibu-ibu pengajian. Maka tidak heran jika Eva lupa tidak mempersiapkan pengajian orang yang pertama kali menegurnya adalah suaminya sendiri.
Namun Gonzales bukanlah manusia yang sempurna, sama seperti pemain lainnya dalam pertandingan sepak bola, konflik kadang tidak bisa dihindari. Tercatat pada tahun 2004, Gonzales pernah memiliki masalah dengan Abu Shaleh Pengurus Pengda PSSI Banten saat PSM Makassar menjamu Persikota Tanggerang. Tahun 2006, Gonzales bermasalah dengan Emanuel de Porras striker PSIS. Setahun kemudian Gonzales berurusan dengan wasit Rahmat Hidayat saat melawan Pelita Jaya Jawabarat dan pada tahun 2008 Gonzales berurusan dengan Erwinsyah Hasibuan bek dari PSMS.

Tentunya permaslahan ini berujung pada sanski yang dikeluarkan tim disiplin PSSI, mulai dari denda sampai larangan bermain. Sanksi ini bagi Gonzales merupakan ujian berat, dan pada saat yang sama guru-guru spiritual Gonzales selalu membingbing dan menyemangati Gonzales untuk tetap bangkit dan bersabar menerima cobaan. Terbukti, nasehat ini berhasil membawa Gonzales terus bangkit dan kembali berlaga untuk menciptakan gol di lapangan hijau.

Popularitas dan harta yang melimpah ruah tidak begitu mempengaruhi Gonzales, ia bukanlah tipe orang yang suka menghambur hamburkan uang. Bahkan ia akan sangat marah jika ada orang yang mengajaknya ke klub atau tempat hiburan malam dan tak segan Gonzales akan memutuskan hubungan dengan orang tersebut.

Harta yang ia raih dari perjuangannya di persepakbolaan lebih suka ia berikan kepada anak yatim, fakir miskin dan ibu-ibu pengajian sebagai zakat dan shadaqah. Hal ini dilakukan karena Gonzales mengetahui kewajiban zakat yang ia baca dari buku-buku keislaman milik istrinya.

Sempat Gonzales beserta istrinya berkeinginan untuk menunaikan haji tahun 2008, namun Allah berkehendak lain uang yang di dapatkan dari peralihan top skor sebanyak 50 juta digunakan guna membiayai operasi istrinya untuk melahirkan anak keempat, Vanesa Siregar Gonzales .

Menyangkut kebiasaanya dalam pertandingan sepak bola, pemain yang rajin bersih-bersih rumah ini setiap kali berangkat bertanding selalu membawa tasbih di dalam tasnya dan beberapa buku doa sebagai perbekalan. Selain itu tidak seperti pemain muslim lainnya yang sujud syukur ketika menciptakan gol, bagi Gonzales bentuk rasa syukur ketika berhasil mencetak gol adalah dengan mengangkat telunjuknya ke mulut seraya menengadah ke langit, hal ini merupakan isyarat rasa syukur terhadap Allah yang Maha Esa.

Bahkan pada saat membela tim Persib Bandung, pria berkalung ayat kursi ini menggunakan nomor punggung 99. Nomor ini dipilih bukan tanpa alasan, 99 merupakan isyarat asma Allah yang dikenal dengan asmaul husna.

Terkait harapannya ke depan, Gonzales sangat perhatian dengan keluarga “Saya berharap anak-anak menjadi anak yang shaleh dan sehat wal afiyat, semoga Allah melindungi, supaya ketika masalah datang ya cepat hilang” demikian keinginan Gonzales.
Muhammad Yasin

Biodata
Nama Lengkap : Christian Genard Alfaro Gonzales
Istri : Eva Siregar
Anak : Amanda Gonzales ()
Michael Gonzales ()
Fernando`Alvaro ()
Vanesa Siregar Gonzales ()
Karir Klub : 1988-1991 Penarol (Uruguay)
1994-1995 South America (Uruguay)
1995-1998 Huracan de Carientes (Argentina)
1998-2000 South America (Uruguay)
2000-2001 Sport Moldonado (Uruguay)
2001-2002 Campo Mayor (Portugal)
2003-2004 PSM Makassar
2005-2008 Persik Kediri
2009 Persib Bandung
2011 - persisam samarinda
Prestasi : Top Scorer Liga Indonesia (Persik) 2005
Top Scorer Liga Indonesia (Persik) 2006
Top Scorer Liga Indonesia (Persik) 2007
Top Scorer LSI (Persib)2009

Demikian profil dan biodata lengkap dari Cristian Gonzales pemain sepakbola Timnas Indonesia yang merupakan pemain hasil naturaisasi
Print Friendly and PDF

Profil Dan Biodata Boaz Salossa

Boaz Theofilius Erwin Solossa atau yang lebih dikenal dengan nama Boaz Salossa, adalah salah satu pemain Indonesia yang memiliki talenta emas, satu golnya ke gawang Uruguay membuktikan bahwa Boaz adalah pemain hebat. Boaz merupakan salah satu pemain yang masuk daftar skuad Timnas Indonesia besutan Alfred Riedl di Piala AFF 2010 lalu, namun karena suatu alasan Pesepakbola yang berposisi sebagai penyerang ini tidak memenuhi panggilan PSSI. Pesepakbola kelahiran 16 Maret 1986 silam ini memulai awal karir sepakbolanya di klub PS Putra Yohan Sorong, dan kini Boaz membela klub yang berjuluk Tim Mutiara Hitam yaitu Persipura Jayapura. Mungkin sebagian dari anda belum mengetahui dan ingin mengetahui Profil Pemain dan Biodata lengkap dari Boaz Salossa, kami akan memberikan Profil dan Biodata lengkap dari adik Ortizan Salossa ini. Berikut Profile dan Biografi lengkap dari Boaz Salossa.



Profil Dan Biodata Lengkap Boaz Salossa

Boaz Solossa (lahir 16 Maret 1986; umur 24 tahun) merupakan pemain Sepak Bola dari Persipura, klub Sepak Bola Indonesia, yang dapat berposisi sebagai Penyerang Tengah dan Penyerang Sayap.

Profil

Boaz biasanya beroperasi pada bagian kiri-tengah lapangan. Kakaknya, Ortizan, adalah Pemain Sepak Bola yang juga bermain bersamanya di Persipura. Paman Boaz, JP Solossa adalah mantan Gubernur Papua.

Boaz pernah dijuluki sebagai anak ajaib, ketika dibawa oleh Peter Withe dan menampilkan penampilan memukau di Ho Chi Minh, saat ia tampil bersama Tim Nasional Indonesia di ajang Piala Tiger 2004.

Ia terkenal dengan kemampuannya dalam mengontrol bola, tendangan kaki kiri yang keras, akurasi kaki kiri dan kaki kanan yang baik, kecepatan, visi penyerangan, dan naluri dalam mencetak gol.

Memiliki kemiripan wajah dengan kakak kandungnya Ortizan, yang juga pemain sepakbola profesional, membuat banyak orang yang sering salah setiap kali bertemu kedua pemain ini.

Di tengah kariernya sedang menanjak, ia pernah mengalami cedera serius yang membuat ia nyaris melupakan sepakbola untuk selamanya. Cedera patah kaki kanan saat tampil membela Tim Nasional Indonesia melawan Tim Nasional Hong Kong di ajang internasional memang hampir saja membunuh karier bermain sepakbolanya. Pertandingan berakhir dengan kedudukan 3-0 untuk Tim Nasional Indonesia.

Kontroversi

Boaz memiliki temperamen yang meledak-ledak.

Pada 25 Oktober 2005, ia dijatuhi hukuman skorsing selama satu tahun tidak boleh bermain sepakbola di ajang nasional maupun internasional oleh PSSI karena terbukti menendang wasit dalam pertandingan Piala Indonesia antara Persipura melawan Persebaya pada 12 September 2005.

Boaz pernah berulah dengan menolak panggilan PSSI untuk membela Tim Nasional Indonesia U-23. Hal itu membuat otoritas sepakbola nasional berang dan mengancam menjatuhkan sanksi berat. Salah satunya tidak mengizinkan Boaz dan beberapa pemain lain yang menolak tampil bersama Tim Nasional Indonesia, untuk tampil di pentas resmi PSSI. Tapi akhirnya hukuman itu tidak dijatuhkan, setelah Boaz bersedia kembali tampil, pada tanggal 28 maret 2007 pada pertandingan Tim Nasional Indonesia U-23 melawan Tim Nasional U-23 Libanon, namun mengalami kekalahan dengan skor 2-1 untuk keunggulan Tim Nasional U-23 Libanon.

Meski berstatus pemain sepakbola profesional, Boaz terkadang masih sering sulit meninggalkan kebiasaan buruknya mengonsumsi alkohol. Ia bahkan pernah nyaris dipulangkan dari pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia di Australia oleh pelatih Peter Withe, karena kedapatan mabuk. Seiring dengan itu, penampilannya pun mulai meredup yang membuat Peter Withe mencoretnya.

Sikap profesional memang sepertinya masih sulit untuk ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Itu bisa dilihat dengan kecelakaan yang ia alami saat mengejar seekor ayam di sekitar tempat tinggalnya di Jayapura tanpa mengenakan alas kaki. Akibatnya, ia menginjak pecahan beling dan harus mendapatkan beberapa jahitan di kakinya, yang membuat ia terpaksa absen membela klubnya Persipura dalam beberapa pekan.

Karier Klub

PS Putra Yohan

Boaz membela PS Putra Yohan, sebuah Klub amatir yang berada di papua dengan status pemain binaan, pada tahun 1999 sampai 2000.

Perseru Jayapura

Boaz membela Perseru, sebuah klub amatir
yang berada di papua dengan status pemain binaan, pada tahun 2000 sampai 2001.

Tim PON Papua

Boaz dipanggil dalam Tim PON Papua untuk diperlombakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional ke - 16 Indonesia. Saat itu ia berumur 15 tahun.

Dari Tim PON Papua inilah bakatnya tercium oleh Peter Withe, pelatih Tim Nasional Indonesia kala itu, dan membawanya menuju Piala Tiger 2004 saat ia berumur 17 tahun.

Persipura Jayapura

Sejak Tahun 2005, Boaz membela Persipura.

Prestasi

Klub

* Juara Liga Indonesia 2005-2006 bersama Persipura
* Juara Indonesia Super League 2008-2009 bersama Persipura
* Juara Community Shield Indonesia 2009 Bersama Persipura[1][2]

Individu

* Pencetak Gol Terbanyak Pekan Olahraga Nasional ke - 16 bersama Tim PON Papua tahun 2004 dengan 10 gol
* Pencetak Gol Terbanyak Indonesia Super League bersama Persipura musim 2008-2009 dengan 28 gol
* Pemain Terbaik Indonesia Super League musim 2009-2010


Demikian Profil dan Biodata lengkap Boaz Salossa yang merupakan Penyerang Persipura Jayapura yang masuk daftar pemain Timnas Indonesia di Piala AFF, namun tidak ikut membela Timnas Garuda di Piala AFF karena suatu hal.
Print Friendly and PDF

Profil Dan Biodata Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas adalah Striker senior dan merupakan striker terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia. Walaupun pada Piala AFF 2010 lalu Bambang lebih banyak dicadangkan oleh pelatih Alfred Riedl, namun dua golnya ke gawang Thailand berpengaruh penting dalam menaikan mental Tim Nasional Indonesia. Pemain ini memiliki heading yang mematikan walaupun hanya bertinggi badan 171 cm, Bambang Pamungkas dikenal sebagai pesepakbola yang low profile dan tenang ketika turun dilapangan, itu semua karena faktor pengalaman yang Bambang miliki dan menjadikan ia penyerang yang haus gol dan ditakuti oleh Bek lawan. Mungkin anda belum tau mengenai Profil atau Biodata dari Bambang Pamungkas, kami akan memberika Profil dan Biodata Lengkap dari striker Timnas Indonesia ini. Berikut Profile dan Biografi lengkap dari Bambang Pamungkas.




Profil Dan Biodata Lengkap Bambang Pamungkas



Nama lengkap


Bambang Pamungkas

Tanggal lahir


10 Juni 1980 (umur 27)

Tempat lahir


Salatiga, Indonesia

Tinggi


171 cm




Informasi klub

Klub sekarang


Persija

Nomor punggung


20

Posisi


striker

Klub profesional*

1999–2000
2000–2001
2001–2004
2005–2006
2007–Sekarang


Persija
EHC Norad
Persija
Selangor FC
Persija




Tim nasional**

1999 -


Indonesia


45 (23)

* Jumlah penampilan klub profesional dan gol
dihitung hanya untuk liga domestik dan
benar pada 1 Agustus, 2007.
** Jumlah penampilan dalam tim nasional dan gol benar
pada 1 Agustus, 2007.

Bambang Pamungkas (lahir di Salatiga, Jawa Tengah pada 10 Juni 1980) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia bermain untuk Persija Jakarta di Divisi Utama Liga Indonesia dan pernah mewakili negara dalam timnas sepak bola Indonesia. Dia biasa berposisi sebagai penyerang.

Meskipun tidak terlalu tinggi (171 cm), Bambang mempunyai lompatan yang tinggi dan tandukan yang akurat. Salah satu pemain yang dikaguminya adalah rekannya dalam tim nasional, Kurniawan Dwi Yulianto.

Saat masih bermain dalam tim remaja Jawa Tengah, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak untuk skuad Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V, dengan 7 gol.

Penampilan pertama Bambang bersama timnas senior adalah pada 2 Juli 1999 dalam pertandingan persahabatan melawan Lituania. Bambang, yang saat itu baru berusia 18 tahun, berhasil menciptakan sebuah gol dalam pertandingan yang berakhir seri 2-2.
Karir profesional

Bambang menjaringkan 24 gol pada musim pertamanya di Liga Indonesia walaupun tim yang diwakilinya Persija Jakarta gagal ke babak akhir. Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda, EHC Norad. Namun masalah keluarga dan kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan cuaca sejuk Eropa menyebabkan beberapa bulan setelah itu, EHC Norad meminjamkan Bambang kembali kepada Persija sebelum kedua-dua pihak mengakhiri kontrak atas persetujuan bersama.

Setahun kemudian, Bambang menjadi top scorer dengan 8 gol sekaligus membantu Indonesia menjadi juara kedua Piala Tiger 2002.

Hingga penampilan terakhirnya untuk Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2006 melawan Sri Lanka pada September 2004, Bambang telah menjaringkan 18 gol dalam 35 penampilan. Namun masalah kecederaan serta prestasi yang menurun (kali terakhir Bambang menjaringkan gol untuk Indonesia adalah pada 12 Februari 2004) menyebabkannya tersisih dari skuad Piala Tiger Indonesia 2004. Saat rekan-rekannya berjuang di Piala Tiger, Bambang menandatangani kontrak dengan Selangor FC. Hingga Juli 2005, ia adalah pencetak gol terbanyak untuk timnya dengan 22 gol.

Musim 2007 ia kembali memperkuat Persija Jakarta di Liga Indonesia.

Pada 10 Juli 2007, ketika pertandingan Indonesia-Bahrain, ia mencetak gol, memastikan Indonesia menang 2-1.

Perjalanan karir

* SSB Ungaran Serasi (1988-1990)
* Diklat Salatiga (1990-1995)
* Persikas Kab. Semarang (1992)
* Persikas Aspac Inti (1995-1999)
* Persija Jakarta (1999-2000)
* EHC Norad (2000-2001)
* Persija Jakarta (2001-2004)
* Selangor FC (2005-2006)
* Persija Jakarta (2007-Sekarang)

Demikian profil dan biodata lengkap dari striker atau penyerang Timnas Indonesia pada Piala AFF 2010 lalu yaitu Bambang Pamungkas.
Print Friendly and PDF

Labels

Entri Populer

Daftar Blog Saya